Ny. Putri Koster Menerima Kunjungan Kerja Dari Dekranasda Provinsi Jawa Barat

I
Written by I Putu Sundika
Published on 18 December 2019
Currently Listening
Ny. Putri Koster Menerima Kunjungan Kerja Dari Dekranasda Provinsi Jawa Barat

Rabu (18/12), Dekranasda Provinsi Bali menerima kunjungan kerja dari Dekranasda Provinsi Jawa Barat bertempat di Jaya Sabha (Kediaman Gubernur Bali). Rombongan dipimpin oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Ny. Atalia Kamil bersama anggota Dekranasda Provinsi Jawa Barat. Rombongan dari Dekranasda Provinsi Jawa Barat diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Rombongan terdiri dari Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Ny. Atalia Kamil, Wakil Ketua 1 Dekranasda Provinsi Jawa Barat Ny. Lina, Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jawa Barat Bpk. Arifin, Kepala Bidang Manajemen Usaha Bpk. Tusmana, dan Kepala Biro Humas Bpk. Hermansyah serta anggota Dekranasda Provinsi Jawa Barat lainnya yang berjumlah 30 orang.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster mengatakan Dekranasda ibarat sayap yang menerbangkan perajin di Provinsi Bali dengan cara memasarkan dan mempromosikan produk kerajinan kepada konsumen. Untuk kedepannya, akan lebih banyak diadakan kegiatan Pameran dan Fashion Show skala Nasional maupun Internasional. “Dari hulu kita sudah kehilangan, yaitu bahan benang dan kapas sudah tidak ada. Sehingga tugas dari Dekranasda untuk mengajak masyarakat menanam benang dan kapas yang nantinya kita tidak perlu mengimpor dari negara lain. Karena tidak ada negara yang paling banyak memiliki kerajinan selain negara Indonesia,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali juga bercerita mengenai ajang penghargaan Dekranas Award, “Saya bingung kenapa bisa masuk nominasi padahal saya merasa belum melakukan apa-apa untuk Dekranasda Bali, walaupun Bali berprestasi itu merupakan prestasi dari para pendahulu kami. Bali masuk dalam 5 besar pembina teladan dan dari juri mengatakan bahwa jarang dari provinsi lainnya yang mempunyai ide original seperti itu,” ungkap Ny. Putri Koster

Kegiatan Kunjungan Kerja dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat. Namun sebelum memulai sambutan, Ny. Atalia Kamil menyempatkan untuk berpantun sebagai salam pembuka. “Pagi-pagi diantar Belit, Jalan-jalan ke Kabanan, Senang Sekali Kami Datang ke Bali, Belajar Banyak Tentang Budaya dan Kerajinan,” pantunnya.

Dalam sambutannya, Ny. Atalia Kamil mengatakan banyak yang ingin dipelajari dari Provinsi Bali dikarenakan banyak sekali produk yang ada di Jawa Barat. Dengan luas wilayah Provinsi Jawa Barat seluas 35.378 km² yang dimana 20% dari Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 50 juta jiwa. “Dengan kekuatan kewilayahan, kami punya segala macam yang mungkin banyak orang menginginkan, dari sisi logam kami punya berbagai jenis logam yang saat ini sudah masuk ke tingkat nasional. Kami juga punya kain batik yang sudah dikenal. Kami punya perajin yang luar biasa seperti Pak Komar merupakan Maestro Batik. Kemudian kami mempunyai Bordir, Sutra serta Sarung Majalaya yang budayanya sudah dibawa sejak jaman dulu, kami kuatir akan hilang. Terakhir, kami juga punya Batu-Batuan yang sempat terkenal bernama Batu Garut. Wakil Dekranasda Provinsi Jawa Barat Ny. Lina berasal dari Tasikmalaya yang mempunyai komunitas perajin bordir dimana saat ini pemasarannya sudah sampai ke Ibu Kota Jakarta yaitu Pasar Tanah Abang,” ujarnya.

Ny. Atalia Kamil juga bercerita mengenai alasan tidak masuknya Provinsi Jawa Barat dalam ajang penghargaan Dekranas Award dalam kategori Pembina Teladan yakni dikarenakan Dekranasda Jawa Barat tidak memulai kegiatan seperti Dekranasda Bali yang dimana memulainya dari Hulu ke Hilir seperti melakukan Pembinaan kepada perajin dan melakukan penanaman bahan baku kerajinan. “Potensi alam luar biasa ketika kita tidak mampu mengolahnya dengan maksimal itu tentu menjadi sebuah serpihan-serpihan saja. Ini yang kita masih harus banyak belajar dari Dekranasda Bali,” ujarnya.

Diadakan pula kegiatan tanya-jawab yang dimana Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat bertanya kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali. “Sejauh ini kami melakukan program keliling ke Dekranasda Kota/Kabupaten termasuk memberikan pelatihan dan kebutuhan. Saat ini yang kami lakukan yaitu pengenalan dunia digitalisasi bagi para pelaku usaha melalui program Sarling, setiap 3 minggu sekali kami keliling di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Barat ini. Apakah ada bentuk lain dari pembinaan yang ibu lakukan untuk kewilayahan ataukah ada hal-hal lain yang bisa dibagi kepada kami?” tanya Ny. Atalia Kamil.

Ny. Putri Koster menjawab yang saat ini dilakukan yaitu mensosialisasi dan mempromosikan maka dari itu anggaran lebih banyak digunakan untuk menyelenggarakan Pameran ataupun Fashion Show. Makin banyak Dekranasda menyelenggarakan pameran makin banyak produk kerajinan yang diperkenalkan.

Written by I Putu Sundika • Published on 18 December 2019 • Updated on 20 May 2022